Dorong Peternak Naik Kelas, BRMP PKH Kenalkan Teknologi Silase untuk Domba Garut
GARUT – Pengembangan peternakan domba tidak cukup hanya mengandalkan bibit unggul. Ketersediaan pakan dan pengelolaan ternak yang baik juga menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan usaha peternakan. Hal inilah yang menjadi perhatian Kementerian Pertanian melalui Pusat Perakitan dan Modernisasi Peternakan dan Kesehatan Hewan (BRMP PKH) dalam mendorong modernisasi peternakan domba di Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Modernisasi Peternakan yang berlangsung di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Cisurupan, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini diikuti 100 peserta yang terdiri atas petani dan peternak setempat. Turut hadir perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut, Ketua Kelompok Substansi Pelayanan Pengkajian dan Modernisasi (Kapoksi KSPH) BRMP PKH, serta Koordinator Penyuluh BPP Kecamatan Cisurupan.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Garut mengingatkan pentingnya menjaga keberadaan Domba Garut sebagai salah satu kekayaan dan identitas daerah. Potensi peternakan yang dimiliki Garut dinilai perlu terus dikembangkan agar memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Peternak juga didorong untuk mulai mengubah pola pikir, dari usaha pemeliharaan berskala kecil menuju pengelolaan peternakan yang lebih produktif dan berorientasi bisnis.
Senada dengan hal tersebut, Kapoksi KSPH BRMP PKH, Dr. Komar, S.Pt., MM., M.Sc., mengajak peternak untuk berani mengembangkan skala usaha. Menurutnya, mengelola ternak hingga ratusan ekor bukan sesuatu yang mustahil selama didukung manajemen pemeliharaan yang baik, ketersediaan pakan yang efisien, pemanfaatan teknologi, serta pengelolaan tenaga kerja yang tepat.
Materi pertama disampaikan oleh Taufik Ilman yang membahas manajemen pemeliharaan domba. Berbagai aspek dibahas, mulai dari pemilihan bibit, kondisi kandang, pemberian pakan, kesehatan dan biosekuriti, hingga pengelolaan reproduksi dan pemasaran. Pengelolaan yang tepat menjadi penting agar peternak tidak hanya mampu meningkatkan jumlah ternak, tetapi juga menjaga kesehatan dan produktivitasnya.
Persoalan pakan juga menjadi perhatian dalam kegiatan ini. Endin Nurdin, S.Pt., memperkenalkan teknologi pembuatan silase sebagai salah satu cara menjaga ketersediaan pakan sepanjang tahun. Melalui proses fermentasi dalam kondisi kedap udara, hijauan yang melimpah saat musim hujan dapat diawetkan untuk menjadi cadangan pakan ketika memasuki musim kemarau.
Potensi bahan baku untuk pembuatan silase sebenarnya cukup banyak tersedia di Kabupaten Garut. Selain rumput gajah, rumput odot, dan rumput Pakchong, peternak juga dapat memanfaatkan hasil samping pertanian seperti jerami padi, jerami jagung, dan daun ubi kayu. Bahan-bahan tersebut memiliki potensi untuk diolah menjadi pakan cadangan sehingga tidak terbuang percuma dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan ternak.
Tidak hanya menerima materi, peserta juga mengikuti praktik pembuatan silase. Melalui kegiatan ini, peternak diperkenalkan secara langsung pada tahapan pengolahan hijauan, mulai dari persiapan bahan hingga proses penyimpanan dalam kondisi kedap udara agar fermentasi berlangsung dengan baik.
Melalui Bimtek ini, BRMP PKH berharap pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kegiatan peternakan sehari-hari. Pemanfaatan teknologi pakan dan perbaikan manajemen pemeliharaan diharapkan tidak hanya membantu peternak menghadapi keterbatasan pakan saat musim kemarau, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha yang lebih besar.
Dengan pengelolaan yang semakin baik, potensi Domba Garut diharapkan tetap terjaga sekaligus mampu memberikan nilai tambah bagi peternak dan perekonomian daerah (PPK)